Langsung ke konten utama

Postingan

REMATA 2015

Ini kali pertama saya ceritakan soal IRMAFA, keluarga kedua saya di Ciputat. Irmafa (Ikatan Remaja Masjid Fathullah) adalah suatu organisasi yang berada dibawah naungan masjid Fathullah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebenernnya ini bukan organisasi yang terlalu serius kayak UKM atau Politik kampus, cuma ya lumayanlah ya buat belajar dan perluas link. Tahun angkatan 2015-2016 memasuki tahun ke-3 saya bergabung disini. Dan kemarin, tanggal 26 dan 27 Desember 2015 kita melaksanakan acara tahunan yaitu REMATA (Rekrutmnen Masa Taaruf) Ourdoor. Setelah sebelumnya kita selenggarakan Remata Indoor di Aula Masjid Fathullah. Cari angin sambil berayun Remata Outdoor kali ini berlokasi di Villa Alam Segar Sawangan Depok. Lokasi ini cukup recomended buat temen-temen yang mau buat acara rekrutmen, lokasinya luas. Kita sewa aula, villa, juga lapangannya. Aulanya cukup luas, disayangkan kamar mandinya hanya ada 2 di Aula, dilantai bawah dan lantai atas. Juga tersedia dapur dengan beberapa ...

ADIPATI UNUS

Sang Pangeran Sabrang Lor Pada akhir abad XV, Raden Patah, murid Sunan Bonang memaklumatkan berdirinya Kerajaan Islam Demak, lepas dari Kerajaan Majapahit. Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Raden Patah diakui sebagai raja pertama Demak dan mendapat gelar Sultan. Sebagai kerajaan Islam pertama di pulau Jawa, Kerajaan Demak sangat berperan besar dalam proses Islamisasi pada masa itu. Kerajaan Demak berkembang sebagai   pusat perdagangan dan sebagai pusat penyebaran agama Islam. Wilayah kekuasaan Demak meliputi Jepara, Tuban, Sedayu Palembang, Jambi dan beberapa daerah di Kalimantan. Di samping itu, Kerajaan Demak   juga memiliki pelabuhan-pelabuhan penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Jaratan dan Gresik yang berkembang menjadi pelabuhan transito (penghubung).

Menyempurnakan Kedaulatan Rakyat Indonesia dengan Demokrasi Indonesia

Menyempurnakan Kedaulatan Rakyat Indonesia dengan Demokrasi Indonesia ( Oleh : Irma Ayu Sawitri ) Judul Buku           :   Demokrasi Untuk Indonesia                               Pemikiran Politik Bung Hatta Pengarang             : Zulfikri Suleman Penerbit                 : PT Kompas Media Nusantara Cetakan                 : 1 Tahun Terbit         : 2010 Tebal Buku           : viii+ 268 halaman           Anak kandung dari liberalisme dalam kehid...

Hymne UIN

Ciptaan H Suhadi   do=c4/4 ( Dinyanyikan dengan penuh khidmat)     UIN harumlah namamu   Islam dasar tujuanmu   Menjadi lambang keagungan bangsa   Pengabdi Pancasila   Pembangun jiwa serta penggali   Cita Islam yang hak dan sejati   Citra merdeka dan Pancasila   Bertumpukan darma baktimu   Jayalah Negara, jayalah Bangsa   UIN bakti nyata

Pagi (Puisi)

“PAGI” ( Karya : Irma Ayu Sawitri ) Sejuk fajar membelai sukma.. Hangat mentari mulai merasuk jiwa.. Bintang-bintang pun memudar kilapnya.. Kini giliran sang mentari hadir sebagai penguasa.. Bunga-bunga indah merekah menyambut mentari.. Sucinya embun menetes mengiringi damainya pagi.. Rerumputan pun ikut menari ditiup lembut sang angin pagi..

Terasing Di Negeri Sendiri

“TERASING DI NEGERI SENDIRI” ( Tentang Saudara Kita Yang Belum Menerima Keadilan ) “Tanah air ku Indonesia, Negeri elok amat ku cinta. Tanah tumpah darah ku yang mulia, kan ku puja sepanjang masa”. Sebait   lirik dari lagu ‘Rayuan Pulau Kelapa’, lagu tersebut menggambarkan bahwa Tanah Air kita, Tanah Air Indonesia ini sangat kita junjung dan kita banggakan akan keagungan alamnya. Namun, apakah kita mengerti dan mengetahui keadaan yang sebenarnya di balik keindahan alam negeri kita ini ? Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas, terbentang dari Sabang sampai Merauke. Tersusun indah jajaran ribuan pulau. Sungguh, Indonesia adalah anugerah, tapi entah salah siapa masih banyak saudara kita yang terisolasi karena posisi geografis, sehingga membuat mereka mau tidak mau mempertahankan ketertinggalan zaman. Apakah karena saking luasnya negeri ini, para pemimpin kita tidak sengaja tidak melihat mereka ? atau para pemimpin negeri ini yang menutup mata terhadap ...

Hari Yang Suram (Cerpen)

Hari Yang Suram ( Oleh : Irma Ayu Sawitri ) M alam yang cerah, bintang bertebaran dan berkelap-kelip dengan indahnya. Bulan nan cantik seolah menyapa dari kejauhan. Malam itu aku sedang merasa senang, karena baru saja aku di belikan sepeda ber-merek dan mahal yang aku idam-idamkan sejak lama. Oh sungguh senangnya, malam ini aku akan tidur nyenyak dan bermimpi indah.             Ketika ayam mulai berkokok, dan adzan subuh berkumandang, aku bangun dari tidurku. Seperti biasa, aku segera menunaikan solat subuh, dan setelah itu tentu aku bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, namun ada perasaan yang tidak biasa, pagi ini aku merasa lebih senang dan bersemangat dari pada yang biasanya, mungkin karena aku akan segera mengendarai sepeda baru ku yang mahal itu. Setelah selesai sarapan aku berangkat ke sekolah, tak lupa ku cium tangan ke dua orang tua ku. Jarak sekolahku tidak terlalu jauh, tidak sampai ke luar ...