Langsung ke konten utama

Momen #1


Momen adalah hal-hal yang mungkin terlihat sederhana, namun akan menjadi lebih bernilai dilain waktu.
Aku punya banyak momen dalam hidupku, jelas, semua orang punya banyak momen dalam hidupnya.
Sesederhana apapun hidup seseorang, ia pasti memiliki momen-momen yang bernilai. Terlepas momen tersebut mungkin akan terlupa bahkan harus dilupakan.

Dibawah ini, video yang aku ambil kemarin sore saat aku ingin pulang kerumah. Bagi kamu mungkin aku alay, atau lebay, momen seperti ini terlalu biasa dan tidak penting. Tapi tidak begitu denganku.
Didalam video ini ada aku, Isnina, dan Kholis, bisa dibilang kami teman dekat.
Kita berteman dekat sejak 3 tahun terakhir, banyak sebenarnya masalah2 yang mungkin menjauhkan kita, atau membuat kita saling tidak memahami. Tapi, iya, kita sering ucap, bahwa kita harus menjadi orang sukses suatu saat nanti.

Kuliah, hujan-hujanan, kuliah tidak punya uang, kuliah sambil cari uang, kuliah pusing dengan tugas-tugas, kuliah terancam putus karena biaya, ganti-gantian makan bekal, untuk mengirit uang, Isnina dan Holis sering bawa bekal dimakan dikosan ku waktu itu. Sekarang aku PP jadi bawa bekal nasi sendiri, dan kita makan bareng-bareng, dll.

Banyak momen yang udah dilalui, sedih, nangis, sakit, berat, iya, sampai kita lelah merasa sakit, lelah merasa sedih, lelah merasa lelah, lelah menangis, hingga akhirnya yang dapat kita lakukan adalah tertawa, terlepas hal-hal yang lucu atau tidak lucu.

Suatu saat, kita akan rindu saat-saat ini...

Semester 7 dan 8 mungkin semester terberat untuk kita, mungkin.
Kita semua tau, kita sama-sama lelah dengan masalah kita masing-masing.
Dan  masih ada banyak masalah yang lebih berat dari yang kita tau saat ini.

Tapi kita janji,
Kita harus sukses.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cyclo Progynova #part1

Ehem, kali ini saya akan ceritakan sedikit pengalaman saya mengonsumsi Cyclo Progynova. Saya memiliki masalah dengan hormon. Secara fisik, badan saya tidak ideal memang, tinggi saya sekitar 160cm dan berat badan 42kg. Saya sangat tau bahwa berat badan saya tidak ideal, bisa dibilang sangat kurang. Tapi apalah dikata, saya memang sulit untuk gemuk. Hehe. Saya memiliki masalah dengan siklus haid. Sejak saya sekolah, haid saya sudah tidak teratur. Kadang lancar, kadang engga. Bulan ini haid lancar, bulan depan saya bisa enggak dapat haid. Atau saya pernah mengalami darah Istihadah. Selama sebulan full saya mendapati pendarahan serupa haid, dan hal tersebut sangat meresahkan. Saya galau sekali memikirkan hukum suci saya. Memang sih, kalau lebih dari 15 hari masih ada darah. Saya dikatakan wajib beribadah dan hukumnya sama seperti saya ketika suci. Tapi bagian paling merepotkan adalah ketika saya harus memastikan bahwa saya 'bersih' dan saya harus bersih-bersih sebel

Cyclo Progynova #part2

Yak... Ini lanjutan review yang pernah aku buat tahun lalu, yaitu mengenai Cyclo Progynova. Aku memang sengaja tidak ingin menulis kelanjutannya, tapi karena ada beberapa teman yang menghubungiku untuk menanyakan lanjutan ceritanya, maka baiklah, aku akan melanjutkannya. Well, sebenarnya aku memang malas melanjutkan untuk menulis cerita tentang ini, karena aku mengalami sedikit kekecewaan, aku malah takut orang lain yang membacanya malah ikutan kecewa, wkwk. Padahal kan pengalaman kita bisa berbeda. Jadi sebenarnya aku tidak mengonsumsinya sampai 3 blister. Aku berhenti ketika blister kedua habis, dan ternyata hal tersebut berdampak kurang baik. Aku mengalami flek-flek tidak menentu kadang ada, kadang tidak ada, dengan kurun waktu yang tidak bisa ditebak, seminggu ada, seminggu hilang, dan hal tersebut berlangsung selama sekitar satu semester alias 4 bulan, kira-kira selama aku semester 7. Jadi, aku selesai mengonsumsi blister kedua itu tepat saat setelah liburan lebaran

Syura, Ahlul Halli wal Aqdi, dan Bay’ah wal Mubayaah

(essay ini saya tulis dalam memenuhi tugas mata kuliah Politik Islam) Syura, Ahlul Halli wal Aqdi, dan Bay’ah wal Mubayaah ( Irma Ayu Sawitri – 1113015000092 – irma.ayus13@mhs.uinjkt.ac.id ) Syura             Kata syura memiliki pengertian yang sangat beragam. Sesungguhnya istilah syura berasal dari kata sy-wa-ra, syawir yang berarti berkonsultasi, menasehati, memberi isyarat, petunjuk dan nasehat. Pendapat yang lain mengatakan pula bahwa syura memiiki kata kerja syawara-yusyawiru  yang berarti menjelaskan, menyatakan atau mengajukan untuk mengambil sesuatu. Menurut Imam Syahid Hasan al-Banna Syura adalah suatu proses dalam mencari sebuah keputusan atau kesepakatan yang berdasarkan pada suara terbanyak dan berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan hendaklah setiap urusan itu diserahkan kepada para ahlinya demi mewujudkan suatu hasil yang maksimal dalam rangka menjaga stabilitas antara pemimpin dengan rakyat. [1]             Secara istilah penggunaan kata   syura menga